Kol Goreng atau Kol Mentah, Yang Mana Lebih Sehat?

'Pak lebih kol goreng ya!' Perkataan ini seringkali kita berikan saat makan ayam lalapan ciri khas pedagang kaki lima. Seperti kurang afdol jika tidak mencicip rasa minyak dari kol goreng yang dicocol dengan sambal ditambah nasi.

Sudah banyak pakar yang menyebutkan mengonsumsi gorengan terlalu berlebih dapat memunculkan beberapa type penyakit. "Jika kita masak kol goreng, pemasakannya minyaknya lebih dari 100 derajat untuk goreng, dapat 180 derajat hingga tentu tinggi sekali dibanding merebus atau mengukus," kata pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS.

Lemak dalam minyak yang begitu panas dapat beralih bentuk jadi lemak trans. Lemak trans bisa tingkatkan efek beberapa jenis penyakit contoh penyakit jantung koroner.Untuk menghindarkan lemak jahat yang terdapat pada kol goreng, banyak pula yang pilih untuk konsumsi kol dengan mentah. Umumnya diberikan dengan lalapan lain seperti timun serta kemangi. Namun, seperti kol goreng, makan kol mentah juga punyai risikonya tertentu.

"Memang mantain gizinya 100 %, masih komplet semua. Tetapi bahayanya ialah kerancuan pestisida, mikroba, masih tinggi. Cacing-cacingnya bisa saja masih berkembang biak ditambah lagi jika cuma dicuci gunakan air kobokan," tuturnya.

Terkecuali sayuran telah dicuci secara baik, Prof Ali menyebutkan jangan sesekali coba makan sayuran yang belum terjamin kebersihannya. Membersihkan sayuran harus di air mengalir untuk hilangkan tersisa toksin, bakteri, serta pestisida.

"Jika itu tidak dikerjakan, jangan coba-coba makan yang mentah. Itu kan segi dari food safety. jika itu dapat ditangani ya silakan saja," katanya akhiri pembicaraan.

Jadi, pilih kol goreng atau kol mentah nih? Tulis opini di komentar ya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kol Goreng atau Kol Mentah, Yang Mana Lebih Sehat?"

Posting Komentar