Pengalaman investasi di bibit


Saat ini banyak sekali orang yang memulia berinvestasi. Banyak sekali aplikasi yang bisa mempermudah kamu memulai investasi. Salah satunya yaitu Bibit, berikut pengalamam investasi di bibit.

1. Pengertian aplikasi Bibit

Bibit adalah sebuah aplikasi yang bisa membantu kamu melakukan investasi dalam produk reksadana. Aplikasi Bibit tersedia di Android atau iOS, ada juga website. Bibit ini memakai teori Modern Portfolio sistem robo dimana ada diversifikasi portfolio. So aplikasi ini tidak hanya menjadikan dalam satu tipe produk reksadana saja, tapi dipecah tergantung dari nilai risiko dari investor. Nilai risiko ini didapatkan dari hasil kuesioner yang biasanya ditanyakan pada saat pertama kali investor registrasi pada aplikasi.

2. Cara pembukaan akun

Membuka akun di aplikasi Bibit mudah banget dilakukan. Hampir sama seperti APERD berbasis aplikasi yang lainnya. Kamu hanya butuh mengisi biodata dan juga memakai identitas seperti KTP. Kemudian, kamu tinggal mengkonfigurasi password dan juga menjawab kuesioner yang berisi 6 pertanyaan untuk menentukan termasuk tipe investor seperti apakah kamu.

3. cara investasi di Bibit

Ketika melakukan investasi reksadana memakai Aplikasi Bibit, kamu bisa memilih untuk memakai fitur otomatis yang disarankan oleh robo-nya atau memakai opsi manual. Kalau kamu memilih otomatis, maka Bibit bisa menghitung alokasi yang dibutuhkan berdasarkan nilai risiko yang sudah ada dan akan membaginya jadi bermacam jenis reksadana. Terdapat 3 jenis reksadana yang disarankan dibeli di Aplikasi Bibit. Kalau kamu memilih untuk mengikuti anjuran dari Bibit, maka kamu bisa membeli produk reksadana dari Manajer Investasi yang termasuk dalam tipe reksadana itu. Manajer Investasi yang tersedia di Bibit kalau dibanding dengan Bareksa masih lebih banyak dan lebih bervariasi di Bareksa. Tentunya karena Bibit masih tergolong APERD baru, jadi mungkin masih sedikit yang ditambahkan. Untuk pembeliannya, kamu bisa memilih produk reksadana dan melakukan transfer ke akun Manajer Investasi yang dipilih. Kamu harus melakukan konfirmasi bahwa sudah mengirim sejumlah dana yang disepakati sejumlah unit yang dibeli.

4. Kelebihan dan kekurangan bibit

Kelebihan Bibit

  • Interface cukup sederhana dengan informasi yang tetap lengkap mulai dari prospektus, fund fact sheet, grafik nilai investasi, expense ratio, dan data-data lainnya.
  • Proses registrasi dan pembayaran mudah. Sangat membantu bagi orang yang baru pertama kali belajar berinvestasi, terutama reksadana.
  • Customer service yang cepat tanggap. Tentunya ini juga sangat membantu apalagi untuk investor pemula yang mengalami kendala.

Kekurangan Bibit

  • Roboadvisor yang sangat diunggulkan di setiap marketingnya tidak terlalu wow. Dengan jumlah produk reksadana yang tersedia pada aplikasi hanya sedikit, rasanya investor pun tidak terlalu pusing untuk memilih, dengan bantuan robo.
  • Pertanyaan survei yang diberikan hanya 6 pertanyaan dan ragamnya profil risiko hanya dikelompokkan menjadi 10 jenis saja.
  • Pilihan produk yang sangat terbatas, kalah jauh dengan platform lain terutama bareksa. Balik lagi ke poin satu, dengan produk yang terbatas, rasanya kehadiran robo tidak terlalu dibutuhkan.
Akhir-akhir ini investasi dengan instrumen reksadana sangat dimudahkan dengan makin banyaknya penyedia layanan penjualan produk reksadana secara online. Agen Penjual Reksa Dana (APERD) ini memakai teknologi sebagai basisnya. Maka ini tentu sangat memudahkan investor yang tidak memiliki banyak waktu untuk berkunjung ke broker maupun agen penjual secara offline. Investasi secara online ini bisa banget jadi rekomendsi untuk kamu.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengalaman investasi di bibit"

Posting Komentar